[ICONEE] Prof. Wong Poh Kam - Anda Harus Punya Entrepreneurial Spirit!

[ICONEE] Prof. Wong Poh Kam - Anda Harus Punya Entrepreneurial Spirit!

ICONEE adalah konferensi internasional pendidikan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra, menghadirkan lembaga Entrepreneur dan tokoh terkemuka yang ahli dan peduli pada institusi pendidikan kewirausahaan di Indonesia. Pada kesempatan ini UCEO mendapat kesempatan pula untuk mewawancarai salah satu pembicara sewaktu acara ICONEE berlangsung, Prof. Wong Poh Kam, Ph.D. National University of Singapore.

Dia adalah Professor di NUS Business School dimana Beliau mengajarkan kewirausahaan dan strategi inovasi dengan fokus khusus pada Asia. Dia juga adalah Profesor di Lee Kuan Yew School of Public Policy dan Fakultas Teknik di NUS. Beliau memperoleh gelar Ph.D. dari Massachusetts Institute of Technolgy (MIT) di Cambrige, Massachusetts, Amerika Serikat. Beliau juga mengunjugi Fullbright Scholar di U.C. Berkeley, menjadi visiting Scholar di Universitas Standford, menjadi dosen di Universitas Korea dan seorang Senior Sarjana di Universitas Oxford.

Read More
Comment

[ICONEE] Prof. Dr. Rosna Awang Hashim - Pembelajaran Entrepreneurship Penting untuk Semua Masyarakat

[ICONEE] Prof. Dr. Rosna Awang Hashim - Pembelajaran Entrepreneurship Penting untuk Semua Masyarakat

Era persaingan global yang mencakup berbagai bidang memberikan kita tantangan yang cukup kompleks, tidak hanya dalam bidang ekonomi tapi juga dalam bidang jasa, komunikasi, kesehatan bahkan pendidikan. Setiap individu dituntut untuk siap dalam menghadapi persaingan global yang semakin lama akan semakin bebas dan tanpa batas. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi persaingan global adalah dengan belajar entrepreneurship. Prof. Dr. Rosna Awang Hashim berpendapat bahwa pembelajaran entrepreneurship sangatlah penting, pembelajaran entrepreneurship bukan hanya untuk mereka yang ingin menjadi seorang entrepreneur tetapi juga untuk semua masyarakat agar mereka bisa menjadi masyarakat praktis (29/08/2014).

Read More
Comment

Kisah Sukses Nicholas Kurniawan - It’s Always Seems Impossible Until It’s Done

Kisah Sukses Nicholas Kurniawan - It’s Always Seems Impossible Until It’s Done

Nicholas Kurniawan, seorang pengusaha muda dari Jakarta yang masih berusia 21 tahun tapi mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan dengan perkerjaannya sebagai  eksporter ikan hias dan sekarang Nicholas juga sedang mengembangkan bisnis di bidang properti. Mungkin banyak orang yang mengatakan kalau Nicholas bisa menjadi pengusaha muda yang sukses karena dia beruntung,  tapi kenyataannya banyak hal yang harus dihadapi oleh Nicholas sebelum mencapai kesuksesannya seperti sekarang.

Nicholas Kurniawan dibesarkan dalam keluarga yang sempura meskipun kurang berkecupan. Kedua orang tuanya terpaksa mencari hutangan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penghasilan yang dihasilkan oleh kedua orang tua Nicholas digunakan untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Melihat orang tuanya sering dipermalukan karena hutang yang mereka tanggung, Nicholas kecil bertekad untuk menjadi orang sukses.

Read More
Comment

[Refleksi] Wujudkan Mimpi, Bukan Kembali Bermimpi

[Refleksi] Wujudkan Mimpi, Bukan Kembali Bermimpi

Selama kita masih hidup, kita pasti masih memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang harus di selesaikan. Seperti konsep hak asasi manusia yang menyatakan bahwa kita telah memiliki hak–hak tertentu yang dimiliki sejak dilahirkan, begitu pula dengan kewajiban yang kita miliki. Kebiasaan manusia pada umumnya adalah selalu mengingat apa yang menjadi haknya dan cenderung melupakan hal–hal yang menjadi kewajibannya. Sehingga marilah kita mulai sadari apa saja kewajiban yang harus kita pertanggung jawabkan dan tidak hanya menuntut serta menerima hak tanpa menyelesaikan kewajiban yang kita miliki.

Read More
Comment

Pengumuman Peserta "Science & Technology Startup Networking Event by U.S. Consulate"

Terimakasih bagi UC Onliner yang telah mengisi formulir pendaftaran. Berikut adalah nama-nama peserta yang terpilih untuk mengikuti acara "Science & Technology Startup Networking Event by U.S. Consulate", pada

Hari/Tanggal : Selasa, 30 September 2014
Pukul            : 16.00 WIB
Tempat         : U.S. Consulate General Surabaya
Jl. Citra Raya Niaga No. 2, Surabaya

 

Nama Peserta:

  1.  Ardi Wirawan 
    • Company: Azzamedia Digital Creative Solution 
  2.  Diti Amandante 
    • Company: Peralatan-rumahtangga.com
  3. Johny Patiran 
    • Company: PT ALTEK DATA SYSTEM  
  4. Verdi Yudha Herdiyanto 
    • Company: Smart Solusi Indonesia 
  5. Christian Tri Anggoro 
    • Company: CV Increase Development 
  6. Ardiaz Ajie Aryandika 
    • Company: Kampus.co.id 
  7. Jaka Abdillah 
    • Company:  PT. Inovasi Ide Utama 
  8. Eko Sucahyo 
    • Company:  PT. Inovasi Ide Utama 
  9. Ruddy Wijaya 
    • Company:  CV Putro Agung Surabaya 
  10. Sonata Christian 
    • Company:  PT. Wahana Infotech Solution (WINS)

NB :

  • Harap hadir 30 menit sebelum acara untuk registrasi ulang.
  • Silahkan cetak Invitation Letter yang telah panitia email untuk Anda tunjukan pada saat menghadiri event. Anda juga diwajibkan membalas email invitation panitia menggunakan bahasa Inggris yang menyatakan Anda bersedia hadir.
  • Jika Nama Anda tertera pada pengumuman ini namun belum menerima email Invitation, silahkan menghubungi kami di contact@ciputra-uceo.com
Comment

7 Tips agar Anda Fokus Memulai Usaha Kuliner

7 Tips agar Anda Fokus Memulai Usaha Kuliner

UC Onliner, perkembangan dunia kuliner di Indonesia begitu pesat. Bila berhasil menekuni bidang ini, tidak mustahil kesuksesan besar akan kita gapai. Kita dapat membuka bisnis kuliner lain yang tak kalah menjanjikan seperti kafe dan restoran.

Sebelum memulai usaha kuliner, ada baiknya Anda untuk mempelajari terlebih dahulu apa saja hal yang perlu diperhatikan, di antaranya :

1. Belajar dari Orang yang Berpengalaman.

Bisnis apapun yang akan Anda jalani, tentunya Anda perlu mempelajarinya terlebih dahulu. Salah satu cara paling cepat adalah melihat secara langsung pada orang-orang yang sudah menjalani bisnis tersebut. Tujuannya adalah agar Anda  bisa mendapatkan informasi yang jelas, bukan hanya melalui teori. Dengan cara ini juga dapat memberikan pencerahan dan mungkin menambah motivasi terhadap diri sendiri.

Read More
Comment

Usaha Peternakan Kelinci, Mengatasi Masalah Ekonomi Hingga Gizi

Usaha Peternakan Kelinci, Mengatasi Masalah Ekonomi Hingga Gizi

Kebutuhan pokok yang semakin hari semakin mahal ternyata juga semakin mencekik kalangan masyarakat menengah ke bawah. Harga yang harus mereka bayar untuk memenuhi  kebutuhan hidup  ternyata tidak sebanding dengan penghasilan yang didapat. Hal ini berimbas pada taraf hidup mereka yang juga ikut menurun seiring berjalannya waktu. Masalah ini banyak menjamur di dalam masyarakat Indonesia khususnya di pedesaan, karena lapangan pekerjaan yang tersedia di pedesaan terbatas dan memberikan penghasilan yang minim bagi penduduk yang tidak bermodal dan berkemampuan lebih.

Pemerintah menawarkan alternatif beternak kelinci pada masyarakat pedesaan. Selain untuk meningkatkan pendapatan yang mereka miliki, ternak kelinci juga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Budidaya ternak kelinci yang saat ini sedang gencar dilakukan bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaaan. Kelinci dipercaya dapat menggantikan ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap daging sapi yang sebagian besar berasal dari luar Indonesia. Selain itu semua hal yang dihasilkan oleh kelinci dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna tinggi.

Read More
Comment

Tantangan Indonesia dalam Menghadapi AFTA dan AEC

Tantangan Indonesia dalam Menghadapi AFTA dan AEC

Dalam era persaingan global, Indonesia dihadapkan pada serangkaian tantangan yang cukup kompleks. Salah satu tantangan yang ada di depan mata adalah AFTA (Asean Free Trade Area)  dan AEC (Asean Economic Community) yang akan diberlakukan mulai tahun 2015. AFTA adalah suatu perjanjian kerjasama yang dibuat oleh negara-negara anggota ASEAN untuk menciptakan sebuah kawasan perdagangan bebas di Asia Tenggara. Sehingga nantinya, produk-produk dari negara ASEAN dapat dengan mudah masuk ke Indonesia, begitu pula sebaliknya. Sedangkan, yang dimaksud dengan AEC adalah kesepakatan antar negara-negara ASEAN di bidang tenaga kerja, dimana semua masyarakat di negara ASEAN dapat bekerja lintas negara dengan mudah tanpa membutuhkan surat ijin atau visa kerja. Contohnya, warga negara Thailand dapat melamar pekerjaan menjadi supir taxi di Indonesia dengan syarat yang sama dengan pelamar dari Indonesia.

Read More
Comment