Universitas Ciputra mengedepankan ”Semangat Entrepreneur” demi memajukan Bangsa Indonesia. Dengan pengalaman dan kompetensi di bidang pendidikan entrepreneurship, Universitas Ciputra melalui UCEO mengembangkan program pembelajaran online. Program ini dikembangkan untuk memberi pembelajaran yang mudah dipahami dan dilakukan.

Untuk mengikuti Kuliah Online Gratis ini, silahkan masuk ke Ciputra-UCEO.com

Strategi Waktu pada Marketing di Media Sosial

Strategi Waktu pada Marketing di Media Sosial

Media sosial bukan merupakan hal asing bagi banyak orang. Menurut The Marketeers, pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 74 juta orang. Itu merupakan jumlah yang sangat prospek untuk dipertimbangkan sebagai ladang bisnis.

Menurut Entrepreneur.com, 81% dari bisnis UMKM kini telah beralih menggunakan media sosial dan 94% dari mereka menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk dan jasa mereka. Bahkan mereka lebih memilih menggunakan Facebook Page dan Twitter untuk meningkatkan Customers’ Intimacy dibandingkan website mereka.

Berdasarkan hasil survey LinkedIn dan SumAll, media sosial sangat berperan dalam pesatnya perkembangan bisnis. Sembilan puluh satu persen dari bisnis UMKM mengatakan media sosial meningkatkan brand awareness atau dengan kata lain masyarakat lebih mungkin mengetahui produk mereka melalui media sosial dibanding media lainnya.

Read More
Comment

Formula Membuat Curriculum Vitae dari Vice President People Operation Google

Formula Membuat Curriculum Vitae dari Vice President People Operation Google

Sebuah formula telah dibocorkan oleh Kepala HRD Google, Laszlo Bock, melalui sebuah wawancara singkat Thomas L. Friedman di Mountain View California. Sebuah formula sederhana membuat Curriculum Vitae (CV) yang sering kali tidak terpikirkan oleh para pencari kerja. Bagi Bock dalam memilih pegawai di perusahaan raksasa Google, formula ini akan sangat berguna layaknya sebuah penemuan Einstein. Berikut adalah cuplikan wawancara yang membuat semua pencari kerja harus mengganti CV mereka.

Thomas L. Friedman :
Bagaimana membuat CV yang baik?

Laszlo Bock :
Kuncinya adalah menjelaskan kelebihan Anda seperti "Saya telah menyelesaikan X, ....

Read More
Comment

Antara Bisnis, Cinta, dan Emosi, Manakah yang Lebih Penting ?

Antara Bisnis, Cinta, dan Emosi, Manakah yang Lebih Penting ?

Pada dasarnya kecerdasan emosional pada seseorang adalah alat paling kuat menuju kesuksesan. Hal ini tidak hanya berlaku pada hubungan cinta seseorang, namun pada bisnis juga ! Faktanya untuk mencapai kesuksesan Anda perlu menerapkan ketiganya. Tidak ada yang lebih penting diantara “Bisnis”, “Cinta”, ataupun “Emosi”, semua adalah satu kesatuan yang perlu Anda miliki untuk mencapai kesuksesan. Berikut adalah bagaimana orang sukses menerapkan ketiga kata tersebut :

1. Ikuti Tindakan ! Bukan Sekedar Kata
Saat Anda merekrut seseorang, jangan terlalu banyak berfokus pada pelatihan atau seminar untuk meningkatkan penjualan. Lebih baik anda membuat track record, apakah mereka telah memenuhi target ? membuat panggilan ? berhasil menjual produk ? atau apa saja yang telah dilakukan ? Dalam bisnis, kata-kata tidak berlaku disini.

Read More
Comment

Social Entrepreneurship : Start Something that Matters (Part 1)

Social Entrepreneurship : Start Something that Matters (Part 1)

Menjadi seorang entrepreneur tidak hanya bicara mengenai menjadi seorang pengusaha sukses. Kini, kita telah mengenal istilah social entrepreneur. Social entrepreneur adalah orang yang mampu melihat masalah sosial, peduli akan masalah tersebut. Kemudian, ia akan mencari cara yang inovatif dan dengan persisten berusaha memecahkan masalah tersebut sampai tuntas. Seorang social entrepreneur bukanlah ia yang menolong orang lain, namun ia yang memberi solusi bagi orang lain untuk menuntaskan masalah sosialnya.

Menjadi social entrepreneur mungkin adalah dambaan sebagian orang. Akan tetapi, yang sering menjadi pertanyaan adalah dari mana kita bisa memperoleh keuntungan dari kegiatan social entrepreneur? Yang perlu UC Onliners ketahui, menjadi seorang social entrepreneur ternyata berbeda dengan menjadi pekerja sosial. Menjadi social entrepreneur bukan berarti kita bekerja untuk keberlangsungan hidup orang lain. Bukan berarti juga kita tidak bisa kaya dengan menjadi social entrepreneur.

Kita banyak mengenal tokoh-tokoh social entrepreneur yang sukses. Hari ini, kita akan belajar dari seorang social entrepreneur sukses yang mencetuskan produk sepatu TOMS. Pernah mendengar nama ini? Ya, ternyata produk sepatu TOMS adalah hasil dari buah karya social entrepreneur sukses bernama Blake Mycoskie. Dan bila kita membeli produk TOMS yang asli, maka kita telah membantu Mycoskie untuk melangsungkan misi kemanusiaannya. Misi apakah itu?

Read More
Comment

9 Cara Menjadi Lebih dari Seorang Leader

9 Cara Menjadi Lebih dari Seorang Leader

Menjadi pemimpin yang baik adalah dambaan setiap orang. Tidak jarang jika sebuah perusahaan bekerja keras mencari seorang pimpinan dengan seleksi ketat hanya sekedar mencari orang dengan jiwa kepemimpinan yang baik. Jiwa seorang pemimpin sesungguhnya ada di setiap orang dan bisa dilatih namun hanya sedikit orang yang peduli akan pentingnya kepemimpinan ini. Contohnya jika kita memiliki seorang pimpinan di kantor yang memiliki jiwa kepemimpinan, tentu setiap pekerjaan akan diselesaikan dengan baik dan potensi pada setiap karyawan bisa dimaksimalkan. Berikut adalah tips bagi anda, agar menjadi pemimpin yang lebih baik :

1.     Doronglah Karwayan untuk Menolak Anda

Perusahaan yang baik selalu mendorong karyawannya untuk terus berpikir menyelesaikan masalah yang ada, jangan cepat berpuas diri dengan keberhasilan yang sudah ada. Jika karyawan anda berfokus pada keberhasilan dan hanya berbicara tentang keberhasilan yang sudah mereka peroleh, berarti anda dalam bahaya ! Doronglah mereka untuk tidak cepat berpuas diri dan terus mencoba alternatif yang lebih baik

Read More
Comment

6 Cara Memperoleh Performa Terbaik dari Tim

6 Cara Memperoleh Performa Terbaik dari Tim

Kesulitan terbesar yang dimiliki oleh seorang CEO perusahaan adalah memiliki kesamaan visi dan misi dengan para bawahannya. Sebuah perusahaan tidak semerta-merta bisa mengimplementasikan visi dan misi yang dimiliki oleh perusahaan kepada para karyawannya karena para karyawan secara individual pun memiliki visi dan misi serta harapan-harapan tertentu ketika memasuki sebuah perusahaan.

Ketika kita berbicara mengenai perusahaan jasa, maka tantangan kesatuan visi dan misi ini sudah bukan merupakan kesulitan lagi namun sudah merupakan penentu keberlangsungan perusahaan. Sebuah perusahaan jasa dinilai berdasarkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh tim perusahaan kepada konsumennya. Cara seorang konsumen menilai apakah sebuah perusahaan jasa telah memberikan produk yang baik bagi mereka adalah bukan hanya dengan melihat wujud produk yang didapatkan, namun juga dengan mengalami pelayanan yang diberikan. Tantangan seperti ini sangat susah dilewati karena untuk memperoleh karyawan yang sejalan dengan nilai perusahaan, diperlukan mereka yang sangat antusias, berkomitmen, dan mau berjuang untuk kesuksesan perusahaan. Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin kita memperoleh orang-orang seperti ini?

David Koji, seorang konsultan perusahaan restoran, mempelajari cara-cara untuk mendapatkan performa terbaik dari sebuah tim perusahaan restoran. Mengingat bahwa perusahaan restoran sedang ramai bersaing, kini produk makanan sudah harus didampingin dengan pelayanan yang memuaskan untuk mendapat nilai plus dari konsumen. David Koji membagikan 6 tips untuk memperoleh performa terbaik dari tim.

Read More
Comment